عين الرضا عن كل عيب كليلة كما ان عين السخط تبدى المساوى

Pandangan yang didasarkan pada kerelaan akan selalu tumpul melihat sebuah cacat sebaliknya pandangan yang didasarkan pada kebencian akan selalu menangkap kesalahan

ليس الفتى من يقول كان ابى ولكن الفتى من يقول هاأناذا

Bukanlah seorang pemuda yang mengatakan inilah ayahku tetapi pemuda yang sebenarnya adalah yang mengatakan inilah AKU..

Masa-Masa MTQ

Berpose Setelah Pembagian Hadiah pada Acara Musabaqah Tilawatil Qur'an ( MTQ )

Makan Bersama Teman-Teman Satu Angkatan

Nyammiii.... Teman SMA ane Di TMI RQ... Ajiiiib

Dedek Muhammad Haziq El_Fawwaz

Putra Pertama Dari Pasangan Kakanda H. Muhammad Ma'sum Lc. MM dan Yunda Meta Hapsari Lc yang Lahir Di Kota Cairo-Mesir

Minggu, 14 Juni 2015

Lima Cara Memperlakukan Hati



           
  Puji syukur  senantiasa kita panjatkan kehadhirat ilahi rabbi atas segala yang kita rasakan dan miliki saat ini, dibulan rajab ini. Sejatinya kita memang senantiasa dalam penghayatan rasa syukur yang dalam setiap tarikan nafas dan lintasan perasaan dan pikiran kita. Karena apabila kita merasakan kesulitan pada hari ini, maka banyak diantara manusia yang hidupnya lebih sulit dari kita saat ini dengan berbagai persoalan yang membelit dan melilitnya. Apabila saat ini kita dalam kondisi miskin, maka teramat banyak orang selain kita yang jauh lebih mengenaskan hidupnya. Apabila saat ini kita dapat menghirup udara bebas dan hadir dimasjid ini dengan rasa aman dan nyaman. Maka banyak diantara manusia yang sedang terpenjara bathin bahkan raganya. Apabila saat ini kita masih bisa duduk, tegak berdiri dan berjalan. Maka teramat banyak kita saksikan saudara saudara kita yang terbaring lemahkarena penyakit yang sama sekali tidak ia inginkan kedatangannya.
Shalawat dan salam tak lupa kita haturkan kepada junjungan kita Rasulullah SAW, marilah kita berkhidmat dan memupuk kecintaan kepada beliau salah satunya dengan menyambut datangnya bulan sya’ban, karna bulan ini adalah bulan Rasulullah SAW, sebagaimana sabdanya “bulan ini adalah bulanku.siapa berpuasa satu hari pada bulanku ini,syurga dalah miliknya”. Serta tak lupa khotib berwasiat kepada para hadirin terkhusus kepada diri khotib sendiri untuk lebih meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT, karena saat ini adalah momen yang tepat untuk kita saling mengingatkan, membangun kesadaran  kita untuk lebih mengintrospeksi diri atas segala dosa,kekurangan maupun kekeliruan.
Hadirin jama’ah jum’ah rohimakumulloh
Berbicara tentang menjaga iman, sangat erat kaitannya dengan menjaga mata dan hati, karena mata adalah salah satu pintu masuknya dosa yang melemahkan iman, dan hati adalah tempat bersemayamnya iman. Kita semua tentu menyadari betapa banyak pribadi, keluarga, masyarakat, jamaah hingga bangsa dan negara yang tidak baik, amat jauh perjalanan hidupnya dari ketentuan yang digariskan oleh Allah SWT, bahkan mungkin bisa jadi kita termasuk kedalam orang yang seperti itu, dan perlu diketahui baha semua itu berpangkal pada hati. Karena hati memiliki kedudukan yang sangat penting. Baik dan buruknya seseorang sangat tergantung pada bagaimana keadaan hatinya, bila hatinya baik, maka baiklah orang itu dan bila hatinya buruk, buruklah orang itu. Rasulullah SAW bersabda:
أَلاَ إِنَّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ أَلاَ وَهِيَ الْقَلْبُ
Ingatlah, di dalam tubuh manusia terdapat segumpal daging. Apabila ia baik, baiklah seluruh anggota tubuhnya dan apabila ia buruk, buruk pulalah seluruh anggota tubuhnya. Ingatlah, segumpal daging itu adalah hati (HR. Bukhari dan Muslim).
Oleh karena itu hati harus kita perlakukan dengan baik dalam kehidupan ini. Melalui khutbah jum’at ini akan kita bahas paling tidak lima hal yang harus kita terapkan pada hati kita masing-masing. Pertama, hati harus dibuka dan jangan sampai ditutup. Karena yang menutup hati biasanya adalah orang-orang kafir,sehingga peringatan dan petunjuk tidak bisa masuk ke dalam hatinya, Allah SWT berfirman:
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُواْ سَوَاءٌ عَلَيْهِمْ أَأَنذَرْتَهُمْ أَمْ لَمْ تُنذِرْهُمْ لاَ يُؤْمِنُونَ 
 خَتَمَ اللّهُ عَلَى قُلُوبِهمْ وَعَلَى سَمْعِهِمْ وَعَلَى أَبْصَارِهِمْ غِشَاوَةٌ وَلَهُمْ عَذَابٌ عظِيمٌ
Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak akan beriman. Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat. (QS Al-Baqarah :6-7)
Itulah sebabnya, ketika Umar bin Khaththab menutup hatinya dari petunjuk ia menjadi kafir bahkan sangat membenci Rasulullah SAW hingga bermaksud membunuhnya, namun ketika hati sudah dibuka dengan mudah petunjuk bisa masuk ke dalam hatinya yang membuatnya tidak hanya beriman tapi amat mencintai Rasulullah SAW. Hal yang amat berbahaya bila hati tertutup selain petunjuk dan nasihat tidak bisa masuk, keburukan yang ada di dalam hati juga tidak bisa keluar sehingga meskipun kita tahu bahwa itu buruk amat sulit bagi kita untuk mengeluarkan atau membuangnya. Ibarat ruangan, bila kita buka pintu dan jendelanya, maka udara kotor bisa keluar dan udara bersih bisa masuk sehingga akan kita rasakan kesegaran jiwa. Berbagai bencana yang kita nilai dahsyat dalam kehidupan kita di dunia ini bisa kita pahami sebagai bentuk upaya menggedor hati manusia agar mau membukanya dan mengakui kebesaran Allah SWT, namun ternyata hati orang yang tertutup rapat tetap saja tidak bisa terbuka, dan mereka hanya mengatakan bahwa hal itu hanyalah sebagai fenomena alam.
Memperlakukan hati yang Kedua adalah dibersihkan. Seperti halnya badan dan benda-benda, hati bisa mengalami kekotoran, namun kotornya hati bukanlah karena debu, akan tetapi hati menjadi kotor bila dadalamnya ada sifat-sifat yang menunjukkan kesukaannya kepada hal-hal yang bernilai dosa, padahal dosa itu seharusnya dibenci. Oleh karena itu, bila dosa kita sukai apalagi sampai kita lakukan, maka jalan terbaik adalah bertaubat sehingga ia menjadi bersih kembali, Rasulullah SAW bersabda:
التاَّ ئِبُ مِنَ الذَنْبِ كَمَنْ لاَ ذَنْبَ لَهُ
Orang yang bertaubat dari dosanya seperti orang yang tidak menyandang dosa (HR. Thabrani).
Hati yang bersih akan membuat seseorang menjadi sangat sensitif terhadap dosa, karena dosa adalah kekotoran yang membuat manusia menjadi hina, Allah SWT berfirman:
وَلاَ تُخْزِنِي يَوْمَ يُبْعَثُون
. يَوْمَ لاَ يَنفَعُ مَالٌ وَلاَ بَنُونَ. إِلاَّ مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ
Dan janganlah engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan, (yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih (QS Asy-Syu’araa :87-88)
Jama’ah jum’ah yang dimulyakan Allah
Cara yang Ketiga, hati adalah harus dilembutkan. Karna kelembutan hati merupakan sesuatu yang amat penting untuk dimiliki, hal ini karena dengan hati yang lembut, hubungan dengan orang lain akan berlangsung dengan baik dan ia mudah menerima nilai-nilai kebenaran. Kelembutan hati akan membuat kita memandang dan menyikapi orang lain dengan sudut pandang kasih sayang sehingga bila ada orang lain mengalami kesulitan hidup, ingin rasanya kita mengatasi persoalan hidupnya, ketika kita melihat orang susah, ingin sekali membantu memudahkannya, tegasnya kelembutan hati menjauhkan kita dari rasa benci kepada orang lain meskipun ia orang yang tidak baik, karena kita pun ingin memperbaiki orang yang belum baik.
Salah satu yang harus kita waspadai yang menyebabkan hati menjadi keras sehingga kita menjadi semakin jauh dari Allah SWT adalah berbicara yang tidak baik dan tidak benar, hal ini karena ketika bicara kita demikian lalu ada orang lain menegur, meluruskan atau menasihati, kita cenderung mempertahankan dan membela diri atas pembicaraan kita yang tidak benar itu sehingga tanpa kita sadari kita pun memiliki hati yang menjadi keras, Rasulullah SAW bersabda:
لاَ تُكْثِرُوا الْكَلاَمَ بِغَيْرِ ذِكْرِ اللهِ
, فَإِنَّ كَثْرَةَ الْكَلاَمِ بِغَيْرِ ذِكْرِ اللهِ تَعَالَى قَسْوَةٌ لِلْقَلْبِ
, وَإِنَّ أَبْعَدَ النَّاسِ مِنَ اللهِ الْقَلْبُ الْقَاسِى
Janganlah kalian banyak berbicara yang bukan (dalam rangka) dzikir kepada Allah. Karena banyak bicara yang bukan (dalam rangka) dzikir kepada Allah akan membuat hati keras. Sementara manusia yang paling jauh dari Allah adalah yang hatinya keras (HR. Tirmidzi).
Untuk bisa melembutkan hati, kita bisa melakukannya dengan banyak cara, di antaranya dengan cara menyayangi anak yatim dan orang-orang miskin. Dalam satu hadits disebutkan:
أنَّ رَجُلاً شَكَا إلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَسْوَةَ قَلْبِهِ فَقَالَ:
إِمْسَحْ رَأْسَ الْيَتِيْمِ وَ أَطْعِمِ الْمِسْكِيْنِ
Seorang lelaki pernah datang kepada Rasulullah SAW seraya melaporkan kekerasan hatinya, maka beliau menasihatinya: “Usaplah kepala anak yatim dan berilah makanan kepada orang miskin” (HR. Ahmad).
Karena itu, amat disayangkan jika ada orang yang hatinya keras bagaikan batu sehingga sulit untuk diberi nasihat dan peringatan sebagaimana yang terjadi pada Bani Israil seperti yang disebutkan Allah SWT dalam firman-Nya:
ثُمَّ قَسَتْ قُلُوبُكُم مِّن بَعْدِ ذَلِكَ فَهِيَ كَالْحِجَارَةِ أَوْ أَشَدُّ قَسْوَةً وَإِنَّ مِنَ الْحِجَارَةِ لَمَا يَتَفَجَّرُ مِنْهُ الأَنْهَارُ وَإِنَّ مِنْهَا لَمَا يَشَّقَّقُ فَيَخْرُجُ مِنْهُ الْمَاء وَإِنَّ مِنْهَا لَمَا يَهْبِطُ مِنْ خَشْيَةِ اللّهِ وَمَا اللّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ
Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal di antara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungai daripadanya dan di antaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air daripadanya dan di antaranya sungguh ada yang meluncur jatuh, karena takut kepada Allah. Dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan. (QS Al-Baqarah :74).
Hadirin jamaah jum’at rohimakumulloh
Cara yang Keempat, hati harus disehatkan. Jasmani yang sehat membuat kita memiliki gairah dan semangat dalam menjalani kehidupan serta makanan yang lezat bisa kita nikmati. Namun bila jasmani sakit maka tidak ada gairah dan semangat dalam hidup serta makanan yang enakpun tidak ada keinginan untuk memakannya dan bila kita makan pun tidak kita rasakan kelezatannya. Begitu pula halnya dengan hati, bila hati sakit kita tidak suka pada kebaikan dan kebenaran. Padahal Islam merupakan agama yang nikmat, namun bagi orang yang hatinya sakit tidak dirasakan kenikmatan menjalankan ajaran Islam kecuali sekadar menggugurkan kewajiban. Hati yang sakit biasanya dimiliki oleh orang munafik, mereka nyatakan beriman tapi sekadar di lisan, mereka laksanakan kebaikan  termasuk shalat tapi maksudnya adalah untuk mendapatkan pujian orang, karena itu mereka tidak merasakan nikmatnya beribadah dan berbuat baik. Allah SWT berfirman:
وَمِنَ النَّاسِ مَن يَقُولُ آمَنَّا بِاللّهِ وَبِالْيَوْمِ الآخِرِ وَمَا هُم بِمُؤْمِنِينَ.
 يُخَادِعُونَ اللّهَ وَالَّذِينَ آمَنُوا وَمَا يَخْدَعُونَ إِلاَّ أَنفُسَهُم وَمَا يَشْعُرُونَ.
فِي قُلُوبِهِم مَّرَضٌ فَزَادَهُمُ اللّهُ مَرَضاً وَلَهُم عَذَابٌ أَلِيمٌ بِمَا كَانُوا يَكْذِبُونَ
Di antara manusia ada yang mengatakan: “Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian”, padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman. Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, pada hal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar. Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih,disebabkan mereka berdusta. (QS Al-Baqarah [2]:8-10)
Karena itu, orang munafik akan mengalami penyesalan yang amat dalam disebabkan keburukan yang mereka sembunyikan di dalam hatinya, Allah SWT berfirman:
فَتَرَى الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِم مَّرَضٌ يُسَارِعُونَ فِيهِمْ يَقُولُونَ نَخْشَى أَن تُصِيبَنَا دَآئِرَةٌ فَعَسَى اللّهُ أَن يَأْتِيَ بِالْفَتْحِ أَوْ أَمْرٍ مِّنْ عِندِهِ فَيُصْبِحُواْ عَلَى مَا أَسَرُّواْ فِي أَنْفُسِهِمْ نَادِمِينَ
Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata: “Kami takut akan mendapat bencana.” Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya), atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya. Maka karena itu, mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka.” (QS Al-Maidah :52 )
Cara yang Kelima, hati harus ditajamkan. Hati harus kita asah hingga menjadi seperti pisau yang tajam. Pisau yang tajam akan mudah memotong dan membelah sesuatu. Bila hati kita tajam akan mudah pula membedakan mana haq dan mana yang bathil, bahkan perintah pun tidak selalu harus disampaikan dengan kalimat perintah, dengan bahasa isyarat saja sudah cukup dipahami kalau hal itu merupakan perintah yang harus dilaksanakan. Nabi Ibrahim dan Ismail as merupakan di antara contoh orang yang memiliki ketajaman hati sehingga perintah Allah SWT untuk menyembelih Ismail cukup disampaikan melalui mimpi dan Ismail menangkap hal itu sebagai perintah ketika Nabi Ibrahim menceritakannya, padahal Nabi Ibrahim tidak menyatakan bahwa hal itu merupakan perintah dari Allah SWT.
Untuk mendidik kita menjadi orang yang memiliki ketajaman hati, puasa merupakan salah satu caranya, karenanya pada waktu puasa, teguran orang lain kepada kita meskipun dengan bahasa isyarat sudah menyadarkan akan kesalahan yang kita lakukan, hal ini membuat kita dengan mudah bisa menangkap dan membedakan mana yang haq dan mana yang bathil, sesuatu yang selama ini semakin hilang dari pribadi masyarakat kita sehingga yang haq ditinggalkan dan yang bathil malah dikerjakan.
Dengan demikian, menjadi amat penting bagi kita semua untuk memperlakukan hati dengan sebaik-baiknya sehingga perbaikan diri, keluarga, masyarakat dan bangsa dapat kita lakukan. Dan marilah kita sambut bulan kemulyaan yakni bulan sya’ban. Dan mari kita siapkan kesiapan rohani dan kebersihan hati guna menyongsong bulan suci ramadhan.

“Kisah Sahabat Humaidi”



            Sahabat Humaidi adalah orang yang setia dan selalu bersama Nabi Muhammad saw. Pada suatu hari Rasul saw mengajaknya untuk berperang “Jihad fii sabiilillaah”. Tanpa berfikir panjang,sahabat pun menyetujui ajakan Rasul saw.
Kemudian Nabi berpesan kepada sahabat, agar ia memberitahukan kepada sang istri tercinta untuk tidak keluar rumah dan tidak diperbolehkan menerima tamu laki-laki.
Pesan itupun disampaikannya kepada sang istri.
Keesokan harinya, sahabat mulai melangkah meninggalkan rumah dan istri tercintanya, memenuhi ajakan baginda Rasul Muhammad saw. Seminggu setelah kepergiannya, tiba-tiba ada yang mendatangi rumah sahabat.
Tamu   : Assalamu’alaikum…
Istri      : (dari dalam rumah) “Wa’alaikumsalam, ma’af tuan, hamba mendapat amanat dari suami hamba untuk tidak menerima tamu laki-laki. Ada perlu apakah tuan datang kemari??”
Tamu   : hamba diutus oleh ibumu untuk menyampaikan sebuah berita duka, bahwa ayahmu sedang mengalami sakit keras.... Kemudian ibumu meminta agar engkau bersama suamimu dapat hadir ditengah-tengah mereka..
istri      : Suami hamba sedang pergi berperang bersama Rasulullah, dan beliau berpesan kepada hamba, untuk tidak pergi keluar rumah dan dilarang menerima tamu laki-laki selama kepergiannya.., tolong sampaikan salam ma'af hamba kepada ibu, ayah dan keluarga disana..
Kemudian lelaki itupun kembali pulang dan menyampaikan pesan sang istri kpada ibunya..
seminggukemudian pria itu kembali mendatangi rumah istri sahabat, dan mengabarkan bahwa ayahnya telah meninggal dunia, dan sang istri diminta untuk dapat hadir ditengah-tengah mereka..
Istri      : (sambil meneteskan air mata, sang istri pun berkata) “Innaa Lillaahi wa Innaa Ilaihi Raaji’uun”…:_(
             suami hamba belum pulang dari medan perang, tolong sampaikan salam ma’afku beserta suamiku, karna kami tidak dapat hadir ditengah-tengah mereka..;_(

Kemudian disampaikanlah salam tersebut kepada sang ibu.. sambil menangis sang ibupun memakluminya..
Lebih dari tiga minggu, sang suamipun belum kunjung datang.. setiap hari sang istri berdiri dipekarangan rumah, guna menunggu kedatangan sang suami tercinta. Dan disiapkanya pula 3 ember air dan 3 buah pecut. Diletakkanya 1 ember air dan pecut di pekarangan dan di depan pintu masuk, dan lainya diletakkan di meja makan.
            Setelah satu bulan lebih, sang istri baru dapat melihat kedatangan suami tercinta. Sesampainya dipekarangan rumah, sang istri langsung merangkul, mencium sang suami, kemudian mencuci sepatu yang dikenakanya dengan air yang telah disediakanya. Setelah tiba didepan pintu, dilepaskanya sepatu yang dikenakan sang suami kemudian sang istri pun mencuci kakinya. Kemudian sang istri pun menyiapkan makanan di meja makan, sebelum makan sang suami bertanya kepada sang istri..
Suami  : Dinda...??
Istri     : Dalemmm kanda...
Suami  : minyak apakah yang dinda pakai, wanginya sedap sekali..???
Istri      : Kandaa.., sedikitpun hamba tidak memakai wangi-wangian..

Kemudian sang istri pun menyuapi suaminya.. selesai makan,sang istri pun berkata:
Istri      : kanda, dahulu seminggu setelah kepergian kanda ada seorang laki-laki datang menghampiri  rumah kita, ia berkata bahwa dia diutus oleh ibu hamba untuk mnyampaikan sebuah berita, bahwa ayah hamba sakit keras, dan seminggu kemudian dia datang kembali lalu mengabarkan bahwa ayah hamba meninggal dunia. Tapi hamba tidak keluar tuk menemuinya, dan hamba hanya menitip salam untuk ibu, hamba tidak dapat hadir di tengah-tengah mereka. Karna hamba selalu ingat akan pesan kanda...
Suami  : terharu seraya mengucap: “Innaa Lillaahi wa innaa Ilaihi Raaji’uun”. Wahai istriku, ayahmu oleh Allah langsung dimasukkan kedalam syurga karna engkau sangat patuh kepada sang suami. Itulah yang menyebabkan ruangan ini wangi laksana minyak kasturi.. kemudian sang suami pun kembali bertanya, “dinda… dari awal ketika dinda menemuiku dipekarangan rumah, kanda melihat ada pecut, begitupun di depan pintu masuk, bahkan sampai di meja makanpun kanda msih mendapatinya, apa maksud dari semua ini dinda..??
Istri      : semua itu sengaja hamba sediakan, apabila dinda memiliki kesalahan, kurang bisa menjaga amanah yang sudah kanda berikan pada hamba,kurang dalam menjamu kanda, dll. Maka pecutlah hamba dengan pecut-pecut tersebut, agar hamba tidak dipecut dineraka kelak..
Sahabat Humaidi pun langsung memeluk dan mencium sang istri dgn penuh kasih saying, karma sangat terharu dan bangga akan akhlaqul kariimah yang dimiliki sang istri… “Subhaanallaah”
Semoga cerita singkat ini bias bermanfa’at dan dapat menjadi ibrah buat kita semua, khususnya para istri-istri shalihah…
“Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah Wanita Shalihah”,,…. selain itu wanita shalihah juga idaman setiap kaum adam pastinya…

Syair Gus Dur






Ngawiti ingsun nglaras syingiran 
Kelawan muji maring pengeran 
Kang paring rohmat lan kanikmatan 
Rino wengine tanpo pitungan

Duh bolo konco priyo wanito 
Ojo mung ngaji syariat bloko 
Gur pinter ndongeng nulis lan moco 
Tembe mburine bakal sangsoro

Akeh kang apal Quran Hadise 
Seneng ngafirke marang liyane 
Kafire dewe dak digatekke 
Yen isih kotor ati akale

Gampang kabujuk nafsu angkoro 
Ing pepahese gebyareng dunyo 
Iri lan meri sugieh tonggo 
Mulo atine peteng lan nisto

Ayuh sedulur jo nglaleake 
Wajibe ngaji sa'pranatane 
nggo ngandelake iman tauhide 
Baguse sangu mulyo matine

Kang aran sholeh bagus atine 
Kerono mapan sari ngelmune 
Laku torikot lan ma'rifate
Ugo hakikot manjing rasane

Al Quran Qodim wahyu minulyo 
Tanpo tinulis iso diwoco 
Iku wejangan gusu waskito 
Den tanjebake ing jero dodo




Kumantil ati lan pikiran 
Ngrasuk ing badan kabeh jeroan 
Mu'jizat rosul dadi pedoman 
Minongko dalan manjinge iman

Kelawan Alloh kang moho suci 
Butuh rangkulan rino lan wengi 
Ditirakati diriyadlohi 
Dzikir lan suluk jog nganti lali

Uripe ayem rumongso aman 
Dununge roso tondo yen iman 
Sabar narimo nadjan pas-pasan 
Kabeh dinakdir saking pengeran

Kelawan konco dulur lan tonggo 
Podo rukuno 
Iku sunnaeh rosul kang mulyo 
Nabi Muhammad panutan kito

Ayuh ngelakoni sekabehane 
Alloh kang bakal ngangkat drajate 
Senadjan asor toto dzohire 
Ananging mulyo makom drajate

Lamon palastro ing pungkasane 
Ora kesasar roh lan sukmane 
Den gadang Alloh suwargo manggone 
Utuh mayite ugo ulese



Jumat, 16 Mei 2014

Laskar Shalawat TMI RQ METRO

Zaman yang semakin maju dan serba modern, dimana berbagai macam jenis musik ( Band, Rock, Metal, dll ) sudah mulai merasuki mayoritas jiwa muda para remaja, sehingganya berkuranglah kecintaan kepada musik-musik islami dan juga shalawat. Berkat kerjasama teman-teman akhirnya Laskar Shalawat TMI (Tarbiyyatul Mu'allimin wal Mu'allimat al-Islamiyyah) Raudlatul Qur'an pun hadir ditengah-tengah hiruk pikuknya seni musik modern yang sudah banyak macamnya. didirikan pada tanggal 27 Maret 2014, yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas kecintaan para santri, para muda-mudi dan ummat islam pada umumnya, terhadap seni hadroh, shalawat dan kecintaan kepada baginda Rasul Muhammad saw... semoga dengan ini kita diakui sebagai ummatnya yang kelak mendapatkan syafa'atnya...
Allaahumma Shalli 'alaa Sayyidinaa Muhammad...


Inilah makna filosofi dari Logo Laskar Shalawat TMI 



Mari Bershalawat...
Hadits Nabi :
  •  عن أنس بن مالك قال: قال رسول الله : «مَن صلَّى عليَّ صلاةً واحدةً ، صَلى اللهُ عليه عَشْرَ صَلَوَاتٍ، وحُطَّتْ عنه عَشْرُ خَطياتٍ ، ورُفِعَتْ له عَشْرُ دَرَجَاتٍ» رواه النسائي وأحمد وغيرهما وهو حديث صحيح.
Dari Anas bin malik radhiallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang mengucapkan shalawat kepadaku satu kali maka Allah akan bershalawat baginya sepuluh kali, dan digugurkan sepuluh kesalahan (dosa)nya, serta ditinggikan baginya sepuluh derajat/tingkatan (di surga kelak)”[SHAHIH. Hadits Riwayat An-Nasa’i (no. 1297), Ahmad (3/102 dan 261), Ibnu Hibban (no. 904) dan al-Hakim (no. 2018), dishahihkan oleh Ibnu Hibban rahimahullah, al-Hakim rahimahullah dan disepakati oleh adz-Dzahabi, rahimahullah juga oleh Ibnu hajar rahimahullah dalam “Fathul Baari” (11/167) dan al-Albani rahimahullah dalam “Shahihul adabil mufrad” no. 643

  •  من صلى علي حين يصبح عشرا يمسى عشرا أدركته شفاعتى يوم القيامة
Artinya: "Barangsiapa bershalawat untukku dipagi hari sepuluh kali dan di petang hari sepuluh kali, mendapatlah ia syafa'atku pada hari qiamat." (HR. Al-Thabrâni

  •  من أكثر من الصلاة عليّ في حياته أمر الله جميع مخلوقاته أن يستغفروا له بعد موته
Barang siapa memperbanyak membaca shalawat atasku ( Nabi ) semasa hidupnya, niscaya Allah akan memerintahkan semua makhlukNya untuk memintakan ampun baginya setelah mati

Shallu 'alan Nabiyyi Muhammad


Note : Terima Undangan untuk acara-acara islami, walimah (acara resepsi pernikahan, khitan dll) dan undangan khusus untuk bershalawat
Contact Person :  +6285709190190 atau  +6285758883579  atau  +6285609251145